X

Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Peduli Ekonomi Pesisir melalui Penguatan Ekonomi Pesisir Dan Blue Economy: International Community Service: Resilience Of Fisherman And Coastal Msmes In Southern East Java

Kontributor:

Mr. Asif, Kaprodi MES UINSATU, dan Nelayan

Tulungagung-Dalam Upaya Mendorong Ketahanan Ekonomi Masyarakat Pesisir, Dosen sekaligus Koorprodi S2 Ekonomi Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungaung, Konsorsium Prodi Ekonomi Syariah (KPS-ES), Asosiasi Prodi Dan Jurusan Ekonomi Syariah Indonesia (APSIESI), IAEI Komisariat UIN SATU, Menyelenggarakan Kegiatan International Community Service: (Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional) Pada Selasa, 8 September 2026. Mengusung Tema “Resilience Of Fisherman And Coastal Msmes In Southern East Java”, Kegiatan Ini Berlangsung Di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.

Agenda Pengabdian Ini Diikuti Oleh Para Akademisi Prodi Ekonomi Syariah (Sarjana Dan Magister) Dari Puluhan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Di Seluruh Indonesia, Di Antaranya:

1.  Heru Kurniawan Dari IBC Al Bahjah Bogor

2. ‘Ainul Imronah Dari INSIMA

3. ⁠ Elsa UIN Dari Banten  

4. ⁠Denara Akmal Dari UIN Banten

5. Sry Lestari Dari UIN Syahada

6. M. Khanif Ardzani Dari (IAI Ibrahimy Banyuwangi)

7. Fitra Nelli Dari (UIN Padang)

8. Fedri Yenti : Dari (UIN Padang)

9. Elfita Dari S2 (UIN Padang)

10. Yosy Arisandy Dari S2 Ekonomi Syariah (UIN FAS Bengkulu) 

11. Ahmad Syakur Dari S2 Ekonomi Syariah UIN Kediri

12. Izzun Nissa Dari (IIM Surakarta ) 

13. Nurul Fadhilah Dari UIN Sultan Amai Gorontalo

14. Utari Evy Cahyani, Dari UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

15. Muhammad Ghafur Wibowo Dari (UIN Sunan Kalijaga)

16. Aforisma Mulauddin Dari (IAI Al-Hidayah Bogor)

17. Ali Muhtarom Dari (Pascasarjana UIN Pekalongan)

18. Alvita Dari (Pascasarjana UIN Pekalongan )

19. Sujian Suretno Dari (IAI Al-Hidayah Bogor

20. ⁠Paisal Rahmat Dari STAIN MADINA

21. Nuril Hidayati, Dari UIN Kediri

22. Ilham Putra Dari IAIN Ternate

23.  Saifullah Dari Iaindatuk Laksemana Bengkalis

24. Mahfudhotin Dari S2 Ekonomi Syariah UIN Kediri

25. Universitas Islam Dari DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle

26. Amirus Sodiq Dari UIN Kudus

27. ⁠STAI Al-Utsmani Bondowoso

28. M Aris S Dari UIN Gusdur Pekalongan

29. Nur Anim Jauhariyah Dari S2 Ekonomi Syariah Pascasarjana UIMSYA Blokagung Banyuwangi 

30. Mira Ustanti Dari S1 Ekonomi Syariah UIMSYA Blokagung Banyuwangi 

31. Ely Masykuroh Dari S2 Ekonomi Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

32. ⁠Hekasa Dari S1 Ekonomi Syariah UIR

33. Tasriani Dari S2 UIN Suska Riau

34. Devi Megawati Dari S2 UIN Suska Riau

35. Sofiah Dari S1 UIN KHAS

36. Ulfa Hidayati Dari IAIN Parepare

37. Umaima Dari IAIN Parepare

38. Ira Sahara Dari IAIN Parepare 

39. ⁠Sri Wahyuni Nur Dari IAIN Parepare.

40. Binti Nur Asiyah (S2 Ekonomi Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

41. Nita Erviana (S2 Ekonomi Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

42. Diah Pravitasari (Ekonomi Syariah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)

Kegiatan Yang Dimoderatori Oleh Dr. Nuril Hidayati, M.Ag. (UIN Kediri) Dengan Menghadirkan Sinergi Lintas Sektor, Mulai Dari Akademisi, Pakar Internasional, Dunia Industri, Hingga Pengelola Daya Tarik Wisata Lokal.

Literasi Keuangan Syariah Disampaikan Oleh Binti Nur Asiyah, Sebagai Ketua Umum APSESI Dan Kaprodi S2 ES UINSATU,  Yang Dalam Sambutannya Mengulas Pentingnya Pemanfaatan Akad Wadi’ah Bagi Para Nelayan Dan Pelaku UMKM Pesisir mengamankan hasil tangkap ikan. Akad Ini Dinilai Memberikan Rasa Aman Dan Ketenangan Dalam Menyimpan Hasil Pendapatan Laut Maupun Transaksi Usaha.

Dukungan Dunia Industri Dari Pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Tulungagung, Bapak Fazli Beserta Tim, Memaparkan Komitmen BSI Dalam Memfasilitasi Kebutuhan Finansial Masyarakat Pesisir. BSI Siap Menghadirkan Layanan Tabungan, Investasi, Hingga Pembiayaan Pendukung Usaha Perdagangan Ikan Dan UMKM Lokal.

Standardisasi Industri Halal,  Representasi Dari Koordinator/Ketua Program Studi, Ibu Mira Ustanti (UIMSYA Banyuwangi), Menekankan Krusialnya Sertifikasi Halal Bagi Produk UMKM Pesisir Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Dan Daya Saing Pasar.

Perspektif  Blue Economy Secara Internasional, Speaker Internasional, Mr. Asif Iqbal Siddiqui, Phd, MBA, MSS (Director ESG & Sustainability Circular Economics Pte Ltd. Dari Curtin University), Memaparkan Konsep “Blue Economy”. Beliau Menggarisbawahi Pentingnya Menjaga Kelestarian Laut Serta Pengelolaan Sampah Pesisir Guna Mencegah Pencemaran Ekosistem Laut Yang Berdampak Langsung Pada Rantai Pasok Ikan Dan Kesejahteraan Warga.

Sinergi Dan Realita Lapangan Pokdarwis Pantai Sine

Diskusi Berlangsung Interaktif Bersama Mbah Nono Selaku Perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Sine Dan Warga Masyarakat Sekitar. Beliau Menyampaikan Dinamika Realitas Sosial-Ekonomi Di Pantai Sine.

Pertama, Shift Profesi. Sejak Berkembangnya Sektor Pariwisata, Sebagian Nelayan Beralih Profesi Menjadi Pedagang Karena Pendapatan Melaut Yang Kerap Tidak Menentu—Di Mana Operasional Melaut Membutuhkan Biaya Minimal Rp200.000 Per Perjalanan Tanpa Jaminan Hasil Tangkapan.

Kedua, Tantangan Lingkungan, Pihak Pokdarwis Telah Mengoperasikan Sistem Pemilahan Sampah Dan Rutin Mengadakan Aksi Bersih Pantai Bulanan. Namun, Kendala Utama Yang Dihadapi Saat Ini Adalah Akumulasi “Sampah Kiriman” Yang Terbawa Aliran Sungai Niyama Menuju Area Pantai.

Ketiga, Literasi Keuangan Syariah, Yang Disampaikan Bahwa Masyarakat Kalua Nabung Realtasnya Tidak Bisa, Tetapi Kalau Hutang Bisa Bayar. Maka Hal Ini Perlu Edukasi, Dan Pentingnya Gesekan Pengetahuan Antara Akademisi Sehingga Akan Bersambung Agenda PKM Yang Berkelanjutan Di Kemudian Hari.

Melalui Kegiatan PKM Internasional Ini, Diharapkan Tercipta Rumusan Solusi Berkelanjutan Yang Memadukan Literasi Keuangan Syariah, Penguatan Kapasitas UMKM Halal, Serta Tata Kelola Lingkungan Berbasis “Blue Economy” Demi Kesejahteraan Nelayan Dan Pelaku Usaha Pesisir Jawa Selatan.

Diskusi Berkembang Hingga Muncul Sambut Bergayung Diskusi, Mengapa Terjadi Pergeseran Pekerjaan Pada Nelayan, Sehingga Memberi Daya Khawatir Bahwa Keahlian Melaut, Mencari Ikan Akan Menurun. (Bin)

Skip to content