X

Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Strategi S2 AFI UIN SATU: Teguhkan Arah Akademik dan Karakter Intelektual Mahasiswa

Kontributor:

Tulungagung, 8 September 2026 — Rangkaian kegiatan Pengenalan Budaya Akademik bagi Mahasiswa Baru Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung semarak dan penuh nuansa akademik. Setelah mengikuti Stadium General yang menghadirkan Guru Besar Sosiologi Agama UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si., mahasiswa baru melanjutkan kegiatan dengan agenda penting di tingkat program studi, yakni Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Strategi (VMTS) Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam (S2 AFI).

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 8 September 2026, pukul 11.00–13.00 WIB, bertempat di Lokal 09, Lantai 2 Gedung Pascasarjana UIN SATU Tulungagung.
Kegiatan sosialisasi VMTS S2 AFI dimoderatori oleh Dr. Abdulloh Safik, M.Fil.I., dengan narasumber Dr. H. Ahmad Nurcholis, S.S., M.Pd. Agenda ini diikuti oleh mahasiswa baru S2 AFI sebagai bagian dari orientasi akademik sekaligus pengenalan identitas, arah pengembangan, serta budaya akademik program studi.
Memahami Arah, Membangun Masa Depan

Dalam sambutannya, Dr. H. Ahmad Nurcholis, S.S., M.Pd. menegaskan bahwa sosialisasi visi, misi, tujuan dan strategi bukan sekadar kegiatan administratif atau formalitas kelembagaan. Lebih dari itu, VMTS merupakan kompas akademik yang menjadi arah bersama bagi pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan terutama mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan di S2 AFI. Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami sejak awal ke mana Program Studi S2 AFI diarahkan, kompetensi apa yang hendak dibangun, serta karakter akademik seperti apa yang diharapkan tumbuh selama proses perkuliahan. “Visi, misi, tujuan dan strategi bukan hanya untuk diketahui, tetapi harus dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam seluruh aktivitas akademik mahasiswa,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa pendidikan Magister Aqidah dan Filsafat Islam tidak berhenti pada penguasaan teori keislaman dan filsafat. Mahasiswa diarahkan untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, inovatif, reflektif, dan transformatif, sekaligus memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, lulusan S2 AFI diharapkan tidak hanya menjadi individu yang kuat secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial, keagamaan, kebudayaan, dan kemanusiaan.
Aqidah dan Filsafat Islam dalam Konteks Kekinian Dalam pemaparan VMTS, mahasiswa diperkenalkan dengan orientasi keilmuan S2 AFI yang menempatkan aqidah dan filsafat Islam sebagai basis intelektual untuk membaca realitas kehidupan secara mendalam dan kontekstual.
Kajian aqidah dan filsafat Islam dituntut untuk terus berdialog dengan perkembangan zaman. Perubahan sosial, kemajuan teknologi, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pluralitas masyarakat, persoalan lingkungan, kemanusiaan, hingga dinamika pemikiran keislaman kontemporer menjadi ruang penting bagi pengembangan keilmuan.

Karena itu, mahasiswa S2 AFI didorong untuk tidak hanya menjadi consumer of knowledge, tetapi berkembang menjadi produsen pengetahuan melalui penelitian, publikasi ilmiah, diskusi akademik, dan berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Orientasi tersebut sejalan dengan semangat Program Studi S2 AFI untuk melahirkan lulusan yang mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif dengan memadukan nilai-nilai humanisme dan pluralisme sehingga mampu menjadi problem solver bagi persoalan sosial kemasyarakatan pada tingkat lokal, nasional, maupun global. Membangun Magister yang Humanis-Transendental.

Salah satu karakter penting yang ditekankan dalam sosialisasi adalah pembentukan pribadi mahasiswa yang humanis-transendental. Penguasaan ilmu tidak boleh dipisahkan dari pembentukan karakter. Mahasiswa diharapkan memiliki wawasan keislaman yang mendalam sekaligus menunjukkan sikap akademik yang terbuka, toleran, bertanggung jawab, berintegritas, dan mampu menghargai keragaman pemikiran. Dengan karakter tersebut, lulusan S2 AFI diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai intelektual Muslim yang memberikan pencerahan, solusi, dan kontribusi konstruktif bagi kehidupan masyarakat.
Penelitian sebagai Jantung Pendidikan Pascasarjana

Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya budaya penelitian bagi mahasiswa magister. Kemampuan melakukan penelitian secara kreatif, inovatif, metodologis, dan profesional menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dibangun sejak awal masa studi. Mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi persoalan aktual, membangun argumentasi akademik, menggunakan pendekatan filosofis dan keislaman secara tepat, serta menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Dengan demikian, proses pembelajaran di S2 AFI diharapkan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi berkembang melalui tradisi membaca, menulis, berdiskusi, meneliti, dan mempublikasikan gagasan.
Memperkuat Jejaring dan Kolaborasi
Sosialisasi VMTS juga memperkenalkan pentingnya jejaring kelembagaan dan kolaborasi dalam pengembangan Program Studi S2 AFI. Kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, serta institusi lainnya menjadi bagian strategis dalam memperluas ruang akademik dan pengabdian.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik yang lebih luas sekaligus mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan berbagai komunitas dan perspektif. Dari Orientasi Menuju Transformasi

Kegiatan sosialisasi VMTS S2 AFI menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa memasuki jenjang magister bukan sekadar melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Pascasarjana merupakan ruang untuk mematangkan cara berpikir, memperluas wawasan, memperkuat tradisi intelektual, dan menghasilkan gagasan yang berdampak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru S2 AFI diharapkan mampu menyatukan tiga kekuatan utama: kedalaman keislaman, ketajaman berpikir filosofis, dan kepekaan terhadap realitas sosial.
Ketiganya menjadi modal penting untuk membentuk generasi magister yang mampu menghadapi kompleksitas kehidupan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan memahami visi, misi, tujuan dan strategi sejak awal, mahasiswa S2 AFI diharapkan tidak berjalan tanpa arah. Sebaliknya, setiap langkah akademik—mulai dari mengikuti perkuliahan, membaca referensi, berdiskusi, melakukan penelitian hingga menghasilkan publikasi ilmiah—dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju visi besar Program Studi. (ois)

Skip to content