Berita
UIN SATU TULUNGAGUNG

Kajian Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Submit Jurnal #Benchmarking S2 PAI

Yogyakarta-Pascasarjana UIN SATU Tulungagung, 20 Mei 2024. Bertempat di Auditorium Pascasarjana UIN SUKA Yogyakarta, sebanyak 45 Mahasiswa Pascasarjana UIN SATU Tulungagung Prodi S2-PAI melakukan kajian penulisan karya tulis Ilmiah dan submit jurnal. Narasumber kegiatan ini adalah Prof. Mahmud Arif dan Prof. Abdul Mustaqiem. Narasumber pertama, Prof. Arif menyampaikan;

“…FITK menyelenggarakan program magister dan doctor dengan menekankan pengembangan prodi yang integrasi, kolaborasi dan publikasi (IKP) dan PkM…”.

Menurutnya, 1) Integrasi, hasil riset yang dilakukan bisa diintegrasikan ke dalam pembelajaran, menautkan dengan realitas aktual sosial budaya. Tema riset yang diambil dalam PAI, diperuntukkan dosen dan mahasiswa, juga sebagai persyaratan ujian tesis bagi mahaiswa. Mata kuliah magang juga memiliki tagihan salah satunya mini riset dan publikasi. Berikutnya tentang kolaborasi, 2) Kolaborasi antar dosen, dosen dengan mahasiswa, dosen dengan PT mitra, akan lebih variatif perspektifnya, pendanaannya, diskusinya. 3) Publikasi, hasil penelitian kurang kredibel jika tidak di publis. Publikasi menjadi barometer kadar keilmiahan hasil penelitian.

 

Kemudian Prof Mahmud juga menyampaikan konsep Menulis Ilmiah Berbasis Riset (MIBR). Beliau memulai dengan pantikan “…Ngopa ngopi tanpa baca buku dan menulis tidak akan dapat ide..” .  Membaca-tekstual dan empiric-kontekstual harus dilakukan sehingga menghasilkan pemahaman, dalam tafsir al Munir, Wahbah Zuhaili pesan melalui Wahyu pertama, perintah Iqra 2 kali, membaca merupakan pusaka nabi dalam menegemban risalah, objek membaca tidak hanya bersifat tekstual, membaca berbagi fenomena sosial budaya.

Membaca alam - kemudian menulis.  Tips menulis versi Prof Arif, pertama membaca buku2 di perpus diringkas, kemudian ambil intinya tulis di laptop kita, kemudian riset lapangan ditambah berbagai rujukan

Menulis mengabadikan jejak intelektual. Al Ghozali sampai hari ini karyanya dikaji, kenapa, karena memiliki jejak intelektual, berupa karya, tulisan. Menulis itu memerangi kemasalan, mengasah potensi diri.  Sulit menggeluti dunia akademik tanpa ada gairah baca, neliti dan nulis. Prof. Mahmud meyakini teori lebih efektif membaca 1 jam x 7 hari daripada 7 hari x 1 jam, menurutnya butuh istiqomah, konsistensi dalam berkarya.

Menemukan novelty dalam menulis. “..Untuk mencari sudut pandang baru viewpoint baru kita harus peka dengan isu kekinian, seperti pendidikan moderasi beragama, dan sikap kita Bagaimana dan merefleksikan? Pesan beliau Bacalah buku, terbitan 5 tahun terakhir, Cobalah care, peduli dan menindaklanjuti, membaca artikel terbaru itu harus…” pungkasnya.

 

Selnjutnya Prof. Abdul Mustaqiem memberikan pengantar “…Salah satu profiling magister adalah knowladge production, semangat menulis, literasi, …menjadi spirit baru di seluruh kampus untuk di publish di jurnal yang terakreditasi, Sinta 2,3 atau scopus…”.

Di UIN SUKA magisternya semua Interdisipliner (Studi Islam), yaitu jurusan magister yang tidak ada di jurusan S1-S2. sedangkan prodi2 linier dikembalikan ke masing masing fakultas. Program S3 Studi Islam berpredikat unggul, memiliki international acredited, memiliki 12-14 konsentrasi, semisal; Islam gender, Islam Nusantara, Qur’an Hadits, Islam Filantropi dan kebencanaan, Hukum dan Pranata Sosial. Sedang Program S2 masuknya IIS, Interdisipliner Islamic Studies yang mengusung paradigma Islam Nusantara, inklusif.

Lanjut Prof Taqiem, bahwa kewajiban submit juga berlaku untuk mahasiswa, semacam kewajiban knowledge production. Dibutuhkanlah kunci menulis, yakni tekun dan berani mencoba. Bagaimana membuat isu riset yang menarik, tentang pendidikan khususnya. Lainnya, seperti hasil diskusi kelas itu dipandu untuk sampai publish jurnal. Para Dosen perlu didorong membimbing mahasiswa, dosen dicantumkan nama kedua, tidak hanya dicantumkan nama tetapi juga ikut kontribusi; menambah teori, memperbaiki logical sequence, sehingga saling melengkapi.

Hal penting dalam pengantar sebuah tulisan jurnal itu mencakup 4 poin;

1. Fakta sosial tentang isu, berita, riset.

2. Fakta literatur, diskursus akademik, ditemukan blind-spot nya, titik yang belum clear

3. Tujuan riset, pertanyaan penelitian.

4. Argumen utama yang mau dibuktikan dalam riset berdasarkan data

Selebihnya taat template jurnal yang dituju, gaya selingkung, cara ngutip dan teknis lainnya.

Saat sesi tanya jawab. Prof. Taqiem memberikan clue jika tema riset sudah banyak diambil orang, sudah banyak diteliti. Disitulah novelty bisa di cari dengan angel baru, perspektif yang berbeda dalam membaca objek. Tips ini sekaligus sebagai jawaban dari salma, mahasiswa S2 PAI yang menanyakan tentang bagaimana cara menemukan Novelty di tengah sesaknya kajian riset yang berjubel. 

Setelah lebih dari 2 Jam, Forum usai tepat pukul 15.15 WIB selanjutnya narasumber dan peserta mengabadikan acara dengan bergambar bersama.(hib)

 

Kontributor: Salma S2-PAI, Gambar: Haidar-KPI