Tulungagung – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menggelar Seleksi Ujian Tahap 1 Penerimaan Beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2026 pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di kampus setempat ini diikuti oleh 24 calon mahasiswa pascasarjana yang telah dinyatakan lolos tahap administrasi.
Dari total 32 orang yang mendaftar, hanya 24 calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan administratif yang ditetapkan oleh tim LPPD Pemprov Jatim. “Ini menunjukkan bahwa program beasiswa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui LPPD sangat diminati, terutama bagi para pengajar dan pengelola lembaga pendidikan keagamaan yang ingin meningkatkan kompetensi akademiknya di jenjang magister,” ujarnya di sela-sela pelaksanaan ujian.

Seleksi tahap pertama ini dirancang untuk mengukur kompetensi dasar dan wawasan kelimuan para peserta. Ujian tulis yang digelar sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut mencakup tiga materi pokok, yaitu Tes Potensi Akademik (TPA) untuk menguji kemampuan logika dan analisis, serta tes kompetensi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris guna memastikan kesiapan akademik para calon mahasiswa dalam menyerap literatur ilmu keislaman dan modern.
Tak hanya mengandalkan ujian tertulis, proses seleksi hari itu juga menguji kemampuan baca kitab kuning (turats) yang menjadi ciri khas bagi calon penerima beasiswa LPPD. Para peserta dihadapkan pada teks kitab klasik untuk diterjemahkan serta dijelaskan kandungan maknanya secara langsung di hadapan penguji. Setelah itu, rangkaian ujian dilanjutkan dengan sesi wawancara mendalam yang mengeksplorasi rencana penyelesaian studi para calon mahasiswa serta wawasan kebangsaan mereka.

Direktur Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Prof. Dr. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I, menegaskan bahwa unsur wawasan kebangsaan sengaja dimasukkan sebagai indikator penting. “Kami ingin memastikan bahwa penerima beasiswa ini tidak hanya unggul secara intelektual dan keagamaan, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan. Lulusan pascasarjana nantinya diharapkan menjadi agen moderasi yang mampu menjaga harmoni antara keilmuan Islam dan keindonesiaan,” terangnya.

Hasil dari seleksi tahap pertama ini akan segera diumumkan dalam waktu dekat oleh panitia, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan tahapan seleksi berikutnya bagi para peserta yang dinyatakan lulus. Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program LPPD berharap beasiswa ini dapat mencetak sumber daya manusia unggul di lingkungan pesantren dan diniyah yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. fiq&bib
