X

Pengabdian kepada Masyarakat dengan Tema: Digitalisasi Pemasaran Syariah

Kontributor:

Peningkatan Ketahanan Pangan Halal Berkelanjutan di Balai Desa Winong

Program Magister Ekonomi Syariah (S2) menyelenggarakan Pengabdian kepada masyarakat di Balai Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru – Rabu, 14 Oktober 2025. Pada hari ini,  Program Magister Ekonomi Syariah (S2) menyelenggarakan Pengabdian kepada masyarakat di Balai Desa Winong Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Desa Winong menjadi tuan rumah bagi acara Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Digitalisasi Pemasaran Syariah Program Pekarangan Pangan Bergizi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Halal Berkelanjutan.” Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian yang didukung oleh LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung melalui PKM 2025, khususnya oleh program S2 Ekonomi Syariah. Tim peneliti yang terlibat terdiri dari Dr. Lantip Susilowati, S.Pd., M.M, dan Sri Eka Astutiningsih, S.E., M.M.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Kedungwaru (Bapak Rachmad Adhityo Kuncoro, S.STP., M.M.), Kepala Desa  Winong (Bapak Agus Satoto), Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (Bapak Muhammad Heru  Saifudin), Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Kaprodi S2 Ekonomi Syariah (Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si.), Sekretaris Prodi S2 Ekonomi Syariah (Dr.Nita Agustina Nurlaila Eka Erfiana, M.Pd.I), tim peneliti (Dr. Lantip Susilowati, S.Pd. MM, dan Sri Eka Astutiningsih, SE., MM.), Mahasiswa S2 Ekonomi Syariah (Lisa Yuni Lestari, S.E., M. Nanang Febriantor, Vina Marotus Sholihah, Mey Susanti) serta kelompok perempuan tani setempat. Dalam sambutannya, Camat Kedungwaru mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Bapak Camat Kedungwaru menekankan pentingnya ketahanan pangan dan peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar. Saat Desa memiliki pemasaran digital maka akan mudah memenuhi kebutuhan pasar dan wal hasil produk kelompok pekarangan pangan halal akan terus berkesinambungan. Hal ini perlu dilengkapi dengan pelatihan-pelatihan lain seperti packaging, entrepreneurship agar apa yang terjual di aplikasi digital dapat menarik perhatian masyarakat secara lebih luas.

Narasumber dan Materi

Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si, sebagai narasumber utama, menyampaikan materi mengenai pemetaan aset digitalisasi pemasaran syariah. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan bagaimana pemetaan aset digital dapat membantu pelaku usaha di desa dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemasaran produk mereka. “Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang upaya kita bisa memanfaatkan sumber daya aset yang ada untuk meningkatkan nilai tambah produk kita,” ujarnya.

Selanjutnya, Fitri Asih Kurniawati, SE, memberikan pembekalan tentang perencanaan pemasaran digital syariah. Ia membahas berbagai strategi pemasaran yang sesuai dengan prinsip syariah, serta pentingnya mematuhi etika dalam berbisnis. Fitri juga memberikan pelatihan praktis mengenai pemasaran digital, termasuk penggunaan media sosial dan platform e-commerce untuk memasarkan produk pangan bergizi.

Pelatihan dan Praktik Pemasaran Digital

Peserta diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam sesi praktik pemasaran digital. Dengan bimbingan dari Fitri Asih Kurniawati, mereka belajar cara membuat konten yang menarik dan memanfaatkan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Pelatihan ini diharapkan bisa membantu kelompok perempuan tani dalam memasarkan hasil pertanian mereka secara lebih efektif.

Dalam praktik pemasaran digital, PKM sukses memberikan aplikasi pemasaran digital berbasis website dengan akun https://greenhavenumkm.com . Akun ini mengumpulkan dan mempublikasikan produk kelompok masyarakat UMKM dari pekarangan desa Winong, mencakup gambar produk, pemesanan dan berkomunikasi dengan penjual dalam hal ini UMKM Desa Winong.

narasumber dan peserta. Banyak pertanyaan yang diajukan, terutama mengenai tantangan yang dihadapi dalam pemasaran produk pangan di era digital saat ini. Khiyarotul mengingatkan semua peserta untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman agar tidak tertinggal.

Harapan dan Penutup

Dari acara ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan ketahanan pangan halal berkelanjutan di Desa Winong. Kepala Desa Winong menyampaikan bahwa harapannya agar kerjasama antara desa, pemerintah, akademisi khususnya UINSATU dan masyarakat semakin erat, sehingga program-program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar. Digitalisasi pemasaran ini harapannya bisa sinergi untuk produk pangan pekarangan, kelompok Wanita tani dan juga koperasi desa merah putih.

Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi ketahanan pangan di Desa Winong. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan digitalisasi pemasaran syariah dapat menjadi jembatan untuk membawa produk lokal ke pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Skip to content