X

PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH

Kontributor:

Kamis, 9 Oktober 2025 Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah”. Pada kegiatan ini Program Studi menghadirkan salah satu Guru Besar UIN Sayyid Ali Rahmatullah sebagai narasumbernya, yaitu Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag. Kegiatan diikuti oleh semua mahasiswa Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Pada awal kegiatan ini Ketua Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Prof. Dr. Kutbuddin Aibak, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan atau pelatihan penulisan karya ilmiah ini sangat penting bagi mahasiswa khususnya, dan para akademisi pada umumnya. Meski mahasiswa pascasarjana perlu dan harus memahami dan mendalami secara lebih serius berkaitan dengan penulisan karya ilmiah ini, karena selain nanti mahasiswa akan menulis atau meneliti sebagai tugas akhir (tesis), mahasiswa dalam setiap perkuliahannya juga dianjurkan untuk menulis artikel yang dipublis di jurnal-jurnal ilmiah yang terakhreditasi, baik nasional maupun internasional.

Selanjutnya, sebagai narasumber Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag., beliau mengawali dengan menjelaskan tentang tulisan akademik. Tulisan akademik (academic writing), merupakan tulisan yang disusun oleh dan ditujukan kepada komunitas ilmiah atau profesional. Tujuan utamanya adalah untuk mengkaji secara mendalam suatu persoalan atau tema tertentu melalui pendekatan analitis dan penyusunan argumen yang rasional, kritis, dan terstruktur. Tulisan akademik merepresentasikan upaya pencarian kebenaran dan pemahaman melalui refleksi intelektual yang dapat dipertanggungjawabkan validitasnya.

Ada 7 (tujuh) kriteria artikel ilmiah, yaitu sistematis, bahasa yang baku, jelas, objektif, berbasis data, orisinil dan memiliki novelty, konsisten, kejelasan fokus dan tujuan, dan mengikuti kaidah referensi dan sitasi (APA, MLA, Chicago, dan lain-lain). Sedangkan beberapa aspek yang harus diperhatikan antara lain: aspek linguistic: penulis harus menguasai aspek linguistic dalam merangkai kata, frase, kalimat, dan paragraf; aspek kohesi dan koherensi yang tepat dan akurat; aspek kecerdasan kognitif: memiliki kecerdasan dalam memahami dan menguasai objek yang ditulis; dan aspek dan kecerdasan social budaya (kecerdasan dalam membaca setting social budaya sesuai tema artikel.

Lebih lanjut Prof. Iffatin menegaskan terkait dengan menyusun artikel ilmiah yang publishable, yaitu: (1) Memulai dari problem ilmiah, menemukan dan menyelesaikan sesuatu hal/masalah yang dibutuhkan masyarakat dan dunia akademik. (2) Objek yang kita kaji focus (tidak melebar keluar substansi tema), unik, menarik, problematika krusial, atau potensi unggulan yang layak dikembangkan. (3) Menawarkan novelty atau minimal menunjukkan gab research/akademik. (4) Tema yang kita tulis sesuai dengan scope dan visi jurnal. Dan (5) Merujuk pada referensi terupdate, valid dan reputable.

Trik singkat (short trick) dalam menulis karya ilmiah yang perlu diperhatikan antara lain: menentukan tema yang menarik, menulis abstrak yang singkat dan komprehensif, menulis pendahuluan yang meyakinkan, menunjukkan novelty dan state of the art, menulis metode penelitian secara detail, membahas hasil berbasis data dan mendialogkan dengan teori, menulis simpulan secara kuat, menggunakan aplikasi referencing standar, dan memilih jurnal sesuai scope dan isi artikel.

Dalam kesempatan ini Narasumber juga menyampaikan tentang beberapa penyebab sulit menulis artikel jurnal: (1) Belum menemukan tema, (2) Tema tulisan yang diangkat bukan tema yang mudah ditulis secara mengalir. memerlukan penjelasan akurat lewat angka-angka yang harus disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. (3) Penulis tidak menguasai tema, (3) Penulis belum terlatih mengungkapkan bahasa tulis. (4) Penulis kurang banyak membaca, (5) Penulis belum bisa menwarkan novelty, (6) Kurang waktu & kurang focus.

Pada akhir pelatihan ini, Prof. Iffatin menegaskan bahwa terkait dengan penelitian, utamanya proposal tesis, maka mahasiswa harus bisa memperhatikan beberapa hal secara teknis dan sistematis hal-hal berikut ini: judul sesuai klister, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian. penelitian terdahulu, konsep dan teori yang relevan, metode penelitian, sistematika pembahasan, dan referensi.

Terakhir, Sekretaris Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Dr. Khusnul Mufidati, M.Pd..I, juga menegaskan bahwa mahasiswa segera serius dengan proposal tesisnya, dimulai dengan pengajuan judul ke program studi lengkap dengan penelitian terdahulu. Jika sudah disetujui, lalu program studi akan menunjuk dosen pembimbing dalam penyusunan proposal tesis. Setelah bimbingan dan proposal tesis disetujui oleh pembimbing, maka mahasiswa bisa daftar ujian proposal tesis, dan selanjutnya mengerjakan tesis sebagai tugas akhir studinya di Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.fiq

Skip to content