Rancangan penelitian disertasi secara umum dibedakan menjadi tiga yaitu: Kuantitatif, Kualitatif dan Mix Method. Khusus terkait kualitatif diturunkan menjadi lima yaitu: studi kasus, fenomenologi, grounded theory, biografi dan etnografi. Untuk memperkuat pemahaman mahasiswa Program Doktor Ekonomi Syariah (PDES) Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, program studi menyelenggarahan pelatihan hard-skill tentang penelitian etnografi virtual. Menghadirkan narasumber yaitu Achmad Sulfikar, Ph.D secara online pada Rabu, 29 Oktober 2025 peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut narasumber, saat ini terdapat pergeseran lanskap penelitian (Objek baru metode baru) yaitu dari teks ke konteks digital, yang difokuskan pada beberapa aspek yaitu: (1) Interaksi dan Jaringan: Siapa bicara dengan siapa? Siapa paling berpengaruh?; (2) Wacana yang Dinamis: Isu keagamaan apa yang sedang tren dan mengapa?; (3) Praktik Keseharian: Bagaimana umat Muslim menggunakan media digital untuk menjalankan agamanya? Dan (4) Otoritas yang Cair (Fluid Authority): Munculnya “influencer” keagamaan yang otoritasnya tidak berbasis institusi tradisional. Kemudian pembahasan dibedakan menjadi dua bagian yaitu: (1) pendekatan kualitatif digital “menyelam ke kedalaman”; (2) pendekatan kuantitatif komputasional “melihat gambaran besar” dan (3) sintesis.

Penelitian Etnografi memberi kedalaman, namun sulit untuk generalisasi. Metode komputasional memungkinkan peneliti menganalisis data dalam skala masif (big data) untuk melihat pola, struktur, dan tren yang tak terlihat oleh mata telanjang. Jika etnografi virtual adalah mikroskop untuk melihat satu sel secara detail, analisis big data adalah teleskop atau citra satelit untuk memetakan seluruh galaksi atau benua. Metode terbaik adalah mengkombinasikan Qual dan Quan. Sinergi ini menghasilkan penelitian yang robust (kokoh). Contoh alur kerja: Mulai dengan Big Data (Kuantitatif): Gunakan SNA atau Topic Modeling untuk memetakan lanskap dan menemukan anomali atau aktor kunci (misal: “Siapa influencer paling sentral dalam isu X?”). Lanjutkan dengan Small Data (Kualitatif): Lakukan etnografi virtual atau analisis wacana mendalam pada aktor kunci atau anomali yang ditemukan tadi untuk memahami “mengapa” dan “bagaimana”-nya. “Big data memberi kita peta, kualitatif memberikita cerita di balik peta itu.”#
