Tulungagung, 2 September 2025 – Setelah sukses digelarnya Stadium General Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung di lantai 5 Gedung Pascasarjana yang dipimpin oleh Direktur Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag., bersama Wakil Direktur, para guru besar, dan ketua program studi, kegiatan dilanjutkan dengan Orientasi Awal Perkuliahan Program Magister Aqidah dan Filsafat Islam (S2 AFI). Acara berlangsung di lantai 2 lokal 9 Gedung Pascasarjana UIN SATU Tulungagung dengan penuh semangat kebersamaan akademik.
Orientasi ini dipandu oleh Sekretaris Prodi S2 AFI, Dr. Abduloh Safik, M.Fil.I yang bertindak sebagai moderator. Acara diawali dengan sambutan inspiratif dari Kaprodi S2 AFI, Dr. H. Ahmad Nurcholis, SS., M.Pd, yang akrab disapa Dr. Ois. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran mahasiswa pascasarjana sebagai insan akademik yang kritis, kreatif, dan berintegritas tinggi.
“Program Magister Aqidah dan Filsafat Islam bukan sekadar ruang perkuliahan reguler, tetapi juga ruang penguatan spiritual, intelektual, dan moral. Harapannya, mahasiswa S2 AFI mampu mengintegrasikan keilmuan Filsafat Islam dengan nilai-nilai Islam Nusantara untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Dr. Ois dalam arahannya.
Isi Orientasi Awal
Dalam kegiatan orientasi, disampaikan beberapa poin penting terkait arah dan mekanisme perkuliahan, di antaranya:
1. Penyampaian visi dan misi Program Studi S2 AFI yang berorientasi pada pengembangan kajian filsafat Islam, pemikiran kritis, serta integrasi ilmu dan agama sebagai rahmatan lil alamin.
2. Penjelasan sistem perkuliahan hybrid sebagai model pembelajaran fleksibel yang menggabungkan pertemuan tatap muka dan daring.
3. Pemaparan penyebaran mata kuliah serta rencana perkuliahan selama semester berjalan.
4. Sosialisasi program penguatan akademik yang meliputi magang, studi mandiri, penyusunan proposal tesis, hingga proses penulisan tesis.
Kegiatan orientasi ini menjadi pijakan awal bagi mahasiswa baru untuk memahami arah akademik serta dinamika perkuliahan yang akan dijalani. Dengan suasana akademik yang hangat dan penuh motivasi, orientasi awal S2 AFI Pascasarjana UIN SATU Tulungagung diharapkan dapat memperkuat komitmen mahasiswa dalam menempuh perjalanan intelektualnya.

Alumni S2 AFI: Menjadi Motor Intelektual dan Agen Perubahan
Program Magister Aqidah dan Filsafat Islam (S2 AFI) Pascasarjana UIN SATU Tulungagung telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang strategis. Mereka tidak hanya menekuni dunia akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam ranah sosial, keagamaan, dan kebudayaan.
Para alumni S2 AFI tersebar di berbagai profesi, antara lain:
1. Dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik di tingkat nasional maupun daerah.
2. Peneliti yang menghasilkan karya ilmiah, publikasi jurnal, dan pemikiran kritis dalam bidang filsafat Islam, aqidah, dan pemikiran keislaman kontemporer.
3. Konsultan kurikulum pendidikan Islam di lembaga-lembaga pendidikan.
4. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menempati posisi strategis dalam pemerintahan.
5. Ulama intelektual yang memadukan ketajaman spiritual dengan keluasan ilmu.
6. Intelektual ulama yang mampu menjembatani tradisi pesantren dan dunia akademik modern.
7. Praktisi budaya yang menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus memberi perspektif filosofis.
8. Filosof yang mengembangkan pemikiran keilmuan secara mendalam dan berkontribusi dalam diskursus global.
9. Pembina mental (Bintal) di lembaga pemerintah maupun militer.
10. Mubaligh dan pendakwah yang mencerahkan masyarakat dengan pendekatan filosofis dan rasional.
11. Berbagai profesi strategis lainnya, baik di sektor pendidikan, sosial, maupun keagamaan.
Keberagaman peran alumni tersebut menjadi bukti nyata bahwa Program Magister AFI tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kedalaman ilmu, tetapi juga dengan keluwesan dalam berkontribusi di tengah masyarakat.
Dengan orientasi akademik yang kuat serta jejaring alumni yang luas, Program Studi S2 AFI Pascasarjana UIN SATU Tulungagung terus berkomitmen mencetak generasi intelektual muslim yang mampu merespons tantangan zaman, berpikir kritis, dan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
