X

MELALUI BENCHMARKING DAN REVIEW KURIKULUM PERSPEKTIF INTERNASIONAL, PASCASARJANA UINSATU PERKUAT MENJAWAB TANTANGAN KEBUTUHAN GLOBAL EKONOMI SYARIAH

Kontributor:

Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung terus meningkatkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman dan globalisasi. Pada Kamis, 25 Juni 2026, Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Ekonomi Syariah yang sekaligus Dosen S3 Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si. melaksanakan kegiatan benchmarking dan pengembangan kurikulum melalui Workshop Kurikulum Program Doktor dan Magister Ekonomi Syariah yang diselenggarakan oleh Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam kegiatan tersebut, mendapat kesempatan untuk mendiskusikan dan meminta masukan terkait kurikulum program magister ekonomi syariah tahun 2026.

Dari kegiatan ini, kurikulum magister ekonomi syariah mendapat masukan terkait dengan pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan lulusan. Model pembelajaran berbasis industri penting untuk mahasiswa agar mahasiswa memiliki daya kritis dan kontekstual. Hal ini mengingat zaman yang sangat cepat mengalami perubahan akibat perkembangan teknologi, maka ketika sebagian keahlian digantikan teknologi, maka kekuatan kritis menjadi penukik lulusan. Apresiasi diberikan terkait dengan distingsi kurikulum berbasis rahmatan lil’alamin. Mengingat di UIN Malang memiliki distingsi sejenis yaitu ekonomi syariah ulul albab. Masukan dalam ranah narasumber internasional bahwa profil lulusan berbasis profesionalisme itu penting, tidak hanya spesifik keahlian, agar anak memiliki ruang gerak yang lulus dan profesionalisme menjadi tujuan. Hal ini cocok terkait profil lulusan terkait profesionalisme.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Kaprodi Doktor dan Magister Ekonomi Syariah dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), di antaranya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN KHAS Jember, dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Turut hadir pula Ketua APSESI (Asosiasi Program Studi Ekonomi Syariah Indonesia), para dosen, mahasiswa, alumni, serta perwakilan dunia usaha dan industri, khususnya dari lembaga Baitul Maal wat Tamwil (BMT) dan perbankan syariah.

Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan masa depan. Menurutnya, kurikulum Ekonomi Syariah harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki orientasi futuristik agar mampu menyiapkan lulusan yang siap menghadapi berbagai perubahan dan tantangan global.

Workshop ini juga dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam harus mampu menjadi insan yang beriman dan bertakwa, sekaligus memiliki kapasitas akademik yang unggul. Pascasarjana, menurutnya, merupakan kawah candradimuka yang melahirkan pendidik, peneliti, dan pengambil kebijakan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, serta responsif terhadap perubahan ilmu pengetahuan yang berlangsung begitu cepat akibat teknologi, baik fintech maupun teknologi keuangan syariah.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tantangan dalam pengembangan Ekonomi Syariah saat ini semakin kompleks seiring dengan pesatnya digitalisasi dan dinamika global. Oleh karena itu, kurikulum tidak boleh stagnan pada pendekatan konvensional yang sudah tidak relevan. Kurikulum harus mampu mengakomodasi berbagai isu kontemporer dan perkembangan terbaru sehingga proses evaluasi dan penyempurnaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Penting diberikan reward publikasi mahasiswa yang bisa berhasil ke sinta 2, 1 maupun scopus, baik reward finansial, free international conference maupun reward tidak ujian tesis.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat perspektif global dalam pengembangan kurikulum, kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Prof. Dr. Fadillah Bt Mansor dari Department of Islamic Management and Finance, Academy of Islamic Studies, University of Malaya, Malaysia. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa desain kurikulum Ekonomi Syariah masa depan harus berorientasi pada kebaruan ilmu pengetahuan, penguatan metodologi riset, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan penelitian.

Melalui kegiatan benchmarking dan workshop ini, Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mempresentasikan pembaharuan kurikulum yang telah dilaksanakan dan juga mendapat berbagai masukan strategis dalam rangka penguatan kurikulum Program Magister dan Doktor Ekonomi Syariah yang konsen berbasis kebutuhan baik industri, pengembangan ekonomi syariah dan distingsi kurikulum. Diharapkan hasil kegiatan tersebut dapat menjadi landasan dalam menghadirkan kurikulum yang lebih inovatif, adaptif, dan mampu mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Skip to content