X

ASAFI: Jantung Filsafat Islam Moderat di Indonesia, Menyatukan Para Pemikir dan Dosen PTKIN di Seluruh Nusantara

Kontributor:

Tulungagung, 16 Oktober 2025 – Asosiasi Dosen Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI) terus meneguhkan perannya sebagai wadah strategis bagi para akademisi dan pemikir Islam di Indonesia. Sebagai organisasi nasional, ASAFI menjadi ruang kolaborasi para dosen Aqidah dan Filsafat Islam untuk mengembangkan pemikiran Islam yang moderat, rasional, dan kontekstual di tengah tantangan zaman.

Lahir dari semangat intelektual yang tumbuh di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), ASAFI menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara tradisi keilmuan Islam klasik dan tuntutan modernitas. Tokoh-tokoh besar seperti Harun Nasution dan Nurcholish Madjid adalah contoh nyata bagaimana pemikiran Filsafat Islam dapat menjadi fondasi bagi kebangkitan intelektual umat Islam di Indonesia.

“ASAFI ibarat jantung bagi PTKIN di Indonesia,” ungkap Dr. H. Ahmad Nurcholis, M.Pd., Kaprodi S2 Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. “Dari sinilah denyut pemikiran Islam yang moderat dijaga agar tidak terseret pada arus ekstremisme—baik liberalisme yang kebablasan maupun radikalisme yang membahayakan persatuan bangsa.”

Selain Dr. Ahmad Nurcholis (Dr. Ois), Dr. Abduloh Safik, M.Fil.I juga telah resmi menjadi anggota ASAFI semenjak 14 September 2024 dengan nomor keanggotaan 202202291. Keduanya aktif mengikuti berbagai kegiatan nasional, mulai dari pertemuan tahunan, forum diskusi ilmiah, hingga penulisan artikel akademik yang diterbitkan di jurnal-jurnal terakreditasi. Kiprah mereka mencerminkan semangat akademisi UIN SATU Tulungagung dalam memperkuat jejaring keilmuan dan menghidupkan wacana filsafat Islam yang kritis namun berkeadaban.

Melalui ASAFI, para dosen dan peneliti bidang Aqidah dan Filsafat Islam di seluruh Indonesia diharapkan terus memperkuat tradisi berpikir reflektif dan moderat. Dengan semangat kolaborasi dan integrasi keilmuan, ASAFI menjadi tumpuan bagi lahirnya generasi cendekiawan Muslim yang mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Ke depan, ASAFI memiliki cita-cita besar untuk menjadi pusat pengembangan keilmuan dan jaringan intelektual Islam di Asia Tenggara. Melalui pembentukan pusat riset nasional Filsafat Islam, penerbitan jurnal internasional bereputasi, dan kolaborasi riset lintas negara, ASAFI berkomitmen meneguhkan posisi Indonesia sebagai poros pemikiran Islam moderat dunia. Dengan semangat kolaboratif, reflektif, dan progresif, ASAFI berharap mampu melahirkan generasi baru cendekiawan Muslim yang berpikir terbuka, berakar pada tradisi, dan berorientasi pada kemajuan peradaban.

Skip to content