TULUNGAGUNG – Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung bergerak cepat melakukan konsolidasi internal demi menyongsong target mutu akademik global. Hanya berselang singkat setelah resmi dilantik, nakhoda baru Pascasarjana menggelar Forum Rapat Koordinasi (Rakor) Eksklusif sekaligus Silaturahmi Pejabat Baru guna menyamakan persepsi dan menetapkan arah taktis kebijakan lembaga ke depan.
Agenda strategis yang berlangsung di ruang pertemuan utama Pascasarjana ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I., didampingi Wakil Direktur, Prof. Dr. Erna Iftanti, S.S., M.Pd.
Forum krusial ini dihadiri oleh pemangku kebijakan multidimensional di lingkungan Pascasarjana, mulai dari jajaran Profesor/Guru Besar sebagai pilar akademik, para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi), tenaga kependidikan (tendik) selaku motor penunjang administrasi, hingga Tim Admisi Pascasarjana.
Konsolidasi Mutu Berbasis PPEPP dan Diversifikasi Jalur SPMB
Selain menjadi momentum silaturahmi formal pasca-estafet kepemimpinan, rapat koordinasi perdana ini langsung membedah secara komprehensif sejumlah agenda prioritas yang menjadi indikator kinerja utama (IKU) universitas:
- Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) melalui Siklus PPEPP Pimpinan menegaskan bahwa kelengkapan dokumen Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen vital dalam menjaga standar mutu kurikulum dan akreditasi program studi ke tingkat internasional. Seluruh Kaprodi diinstruksikan untuk melakukan pemetaan dan pemenuhan berkas secara rigid dan akuntabel.
- Re-orientasi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Dalam menghadapi persaingan global, Pascasarjana UIN SATU berkomitmen memperkuat ekosistem rekrutmen. Tim Admisi diarahkan untuk mematangkan infrastruktur seleksi agar mampu menjaring calon magister (S2) dan doktor (S3) yang memiliki potensi riset unggulan.
- Gerakan Proaktif pada Jalur Reguler, RPL, dan Beasiswa LPPD Diversifikasi jalur masuk menjadi strategi utama dalam memperluas akses pendidikan. Pimpinan mendorong jajaran prodi untuk bersikap proaktif menjemput bola, baik melalui Jalur Reguler, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi para praktisi, maupun pemanfaatan beasiswa strategis seperti Pemerintah Daerah (LPPD) dan skema beasiswa nasional lainnya.

Sinergi Lintas Sektor Menuju Center of Excellence
Dalam arahannya, Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I., menggarisbawahi bahwa keberhasilan transformasi akademik ini sangat bergantung pada soliditas kerja tim.
“Silaturahmi akademik ini adalah langkah awal untuk menyatukan frekuensi. Kita harus mentransformasikan Pascasarjana UIN SATU tidak hanya sebagai tempat perkuliahan, melainkan sebuah Center of Excellence berbasis riset. Sinergi antara pemikiran strategis para Guru Besar, manajerial para Kaprodi-Sekprodi, serta ketangkasan administrasi dari rekan-rekan tendik adalah modal utama kita,” tegas Prof. Ahmad Tanzeh.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Erna Iftanti, S.S., M.Pd., menambahkan bahwa internasionalisasi program dan tata kelola digital yang adaptif akan menjadi fokus pendampingan yang siap dikawal dalam waktu dekat. pengembangan bidang penelitian dan jaringan akademik tidak hanya ditingkat nasional tapi juga internasional.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan penyusunan timeline kerja taktis untuk beberapa bulan ke depan, menandai komitmen kuat kepemimpinan baru dalam membawa Pascasarjana UIN SATU Tulungagung menuju era baru yang bereputasi dan berdaya saing tinggi. (ha-fiq)
