TULUNGAGUNG – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung mengikuti kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 13 Oktober 2026, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UIN SATU Tulungagung. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi hasil Audit Mutu Internal (AMI), mengidentifikasi capaian dan kendala pemenuhan standar mutu, serta merumuskan tindak lanjut dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengarahan Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh fakultas dan unit kerja atas partisipasi serta upaya yang telah dilakukan dalam pelaksanaan AMI. Rektor menegaskan bahwa hasil audit memberikan gambaran objektif mengenai kondisi mutu setiap program studi melalui data dan angka. Dengan demikian, capaian, kekuatan, serta aspek yang masih membutuhkan perbaikan dapat diketahui secara lebih terukur dan dijadikan dasar dalam menentukan kebijakan peningkatan mutu.
Menurut Rektor, Rapat Tinjauan Manajemen memiliki peran penting dalam memperkuat kelembagaan. Forum ini tidak hanya menjadi sarana untuk meninjau hasil audit, tetapi juga menjadi ruang untuk menetapkan langkah-langkah pelaksanaan pengendalian dan tindak lanjut atas berbagai temuan. Melalui mekanisme tersebut, setiap fakultas, program studi, dan unit kerja diharapkan dapat menyusun langkah perbaikan secara sistematis, sehingga hasil evaluasi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas institusi.

Rektor juga menekankan pentingnya pelaksanaan AMI secara rutin setiap tahun. Konsistensi pelaksanaan audit akan membantu seluruh unit membangun budaya evaluasi, meningkatkan kesiapan dalam memenuhi standar mutu, serta mempermudah proses perbaikan pada periode berikutnya. Apabila AMI dilaksanakan secara berkesinambungan dan ditindaklanjuti dengan baik, universitas akan memiliki rekam jejak peningkatan mutu yang lebih terstruktur, terdokumentasi, dan terukur.
Lebih lanjut, Rektor mengarahkan agar penguatan sistem penjaminan mutu turut menjadi bagian dari persiapan kelembagaan dalam menghadapi kebutuhan tata kelola ke depan, termasuk persiapan dokumen Badan Layanan Umum (BLU). Oleh karena itu, kelengkapan dokumen, konsistensi pelaksanaan standar, serta bukti tindak lanjut hasil audit perlu dipersiapkan sejak dini. Seluruh unsur universitas diharapkan terus meningkatkan koordinasi dan komitmen agar pengelolaan mutu berjalan secara efektif dan mendukung kesiapan institusi menghadapi kebutuhan pengembangan kelembagaan.
Setelah pengarahan Rektor, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil AMI oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Prof. Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd. Dalam paparannya, disampaikan hasil evaluasi mutu pada fakultas dan program studi di lingkungan UIN SATU Tulungagung, meliputi capaian pemenuhan standar, praktik baik yang telah dilaksanakan, serta aspek-aspek yang masih memerlukan perhatian dan tindak lanjut.
Paparan tersebut menyoroti sejumlah fokus strategis, antara lain identifikasi unit yang menjadi prioritas penanganan berdasarkan hasil audit, konsistensi mutu program studi, inovasi kurikulum dan pembelajaran, tata kelola digital dan layanan akademik, serta penguatan sinergi strategis antarunit. Data hasil AMI menjadi instrumen penting untuk melihat kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan standar yang telah ditetapkan sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan di masing-masing unit.
Dalam paparan mengenai unit yang memerlukan perhatian khusus, ditampilkan sejumlah unit dengan capaian skor di bawah 140 pada AMI 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama agar setiap unit dapat melakukan evaluasi secara lebih mendalam dan menyusun tindak lanjut sesuai dengan aspek yang belum memenuhi standar. Di sisi lain, paparan juga menampilkan capaian unggul sejumlah program studi, praktik baik dalam inovasi kurikulum dan pembelajaran, serta pengembangan tata kelola digital dan layanan yang mendukung peningkatan mutu institusi.
Pemaparan hasil audit tersebut menegaskan bahwa penjaminan mutu tidak cukup dilakukan melalui pemenuhan dokumen administratif. Lebih dari itu, setiap standar perlu diterapkan secara konsisten, dievaluasi berdasarkan bukti yang relevan, dan ditindaklanjuti melalui program perbaikan yang jelas. Dengan pendekatan ini, hasil AMI diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan akademik dan tata kelola institusi.
Agenda berikutnya adalah sesi tanya jawab dan diskusi bersama seluruh peserta RTM. Sesi ini menjadi ruang untuk mendalami hasil AMI, menyampaikan tanggapan terhadap berbagai temuan, serta mendiskusikan langkah-langkah yang perlu disiapkan untuk tindak lanjut RTM dan pelaksanaan penjaminan mutu berikutnya. Diskusi tersebut juga memperkuat koordinasi antarpimpinan, fakultas, program studi, dan unit kerja dalam membangun kesamaan pemahaman mengenai pelaksanaan standar, pengendalian mutu, serta penyelesaian temuan audit.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Pascasarjana UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I., memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran pelaksanaan AMI berikutnya. Dukungan ini merupakan wujud komitmen Pascasarjana untuk terus memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), meningkatkan kesiapan program studi dalam menghadapi proses audit, serta mendorong tindak lanjut hasil evaluasi secara konsisten dan berkelanjutan.
Komitmen Pascasarjana tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui penguatan koordinasi antara pimpinan Pascasarjana, pengelola program studi, Gugus Penjaminan Mutu Fakultas (GPMF) Pascasarjana, dan LPM. Persiapan dokumen yang relevan, pemenuhan standar mutu, evaluasi pelaksanaan program, serta penyediaan bukti tindak lanjut hasil audit menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan AMI yang lebih efektif, terarah, dan akuntabel.
Partisipasi Pascasarjana dalam RTM 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu di tingkat pengelola dan program studi. Hasil evaluasi diharapkan tidak hanya menjadi bahan penilaian terhadap capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi dasar untuk mempertahankan praktik baik, memperbaiki kekurangan, dan mengembangkan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana.
Melalui keterlibatan aktif dalam RTM serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan AMI berikutnya, Pascasarjana UIN SATU Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh unsur universitas dalam mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang berkualitas, akuntabel, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan. Upaya ini sekaligus mendukung penguatan kelembagaan dan kesiapan institusi dalam memenuhi kebutuhan tata kelola pada masa mendatang.(bib)
Pascasarjana UIN SATU Tulungagung — Memperkuat Budaya Mutu, Mewujudkan Pendidikan Pascasarjana yang Unggul dan Berdaya Saing.
