Berita
UIN SATU TULUNGAGUNG

Pascasarjana IAIN Tulungagung Yudisium 97 Mahasiswa

Pascasarjana Newsroom - Pagi ini (26/09), Sejumlah 97 mahasiswa Pascasarjana IAIN Tulungagung yang terdiri dari 95 peserta yudisium dari Program Magister dan 2 peserta dari Program Doktor mengikuti yudisium periode kedua semester ganjil tahun akademik 2019/2020. Acara yang digelar di Auditorium lantai lima gedung Pascasarjana tersebut berjalan dengan hikmat. Nampak hadir jajaran pimpinan IAIN Tulungagung dan pengelola pascasarjana, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Direktur beserta Wakil Direktur Pascasarjana, Kepala Biro AUAK, para Dekan, Kaprodi dan Sekprodi.

Kegiatan yang bertajuk “Menyiapkan Alumni Menjadi Mutiara Penyejuk Keilmuan dan Pengabdian di Tengah-tengah Masyarakat” ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IAIN Tulungagung. Disusul kemudian pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Ainin Nafikah, dan pembacaan SK Yudisium oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Nur Efendi.

Dalam SK Yudisium ditetapkan sejumlah 97 mahasiswa telah berhasil menyelesaikan masa studinya. Dua peserta dari Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam,  satu peserta dari Prodi S2 MPI, dua peserta dari Prodi S2 HES, 17 peserta dari Prodi S2 PGMI, 4 peserta dari Prodi IAT, tujuh belas peserta dari Prodi S2 PAI, satu peserta dari Prodi S2 AFI, dua puluh dua peserta dari S2 ES, dan dua puluh sembilan peserta dari Prodi S2 TBI. Peserta terbaik dari Program Doktor adalah Moh. Arif yang sekaligus sebagai penulis disertasi terbaik untuk Prodi S3 MPI. Sedangkan peserta terbaik dari Program Magister yang sekaligus sebagai lulusan terbaik Pascasarjana adalah Zuraida dari Prodi S2 TBI, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88. Zuraida juga menjadi penulis tesis terbaik untuk Prodi S2 TBI.

Direktur Pascasarjana, Akhyak, dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium yang telah menyelesaikan studinya di Pascasarjana IAIN Tulungagung. “Saya berharap kepada seluruh alumni kita agar dapat berkiprah di masyarakat, amalkan ilmu yang telah didapat demi kemajuan bangsa”, tuturnya. Lebih lanjut beliau mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari para peserta yudisium yang telah menempuh studinya di Pascasarjana IAIN Tulungagung.

Maftukhin, Rektor IAIN Tulungagung memberikan sambutan dan pengarahan kepada seluruh peserta yudisium. Guru Besar Filsafat ini mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yudiusium dan beliau berharap agar jalinan komunikasi dengan para alumni dapat terjalin dengan baik. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perlu ada kegiatan temu alumni, kalau perlu kegiatan temu alumni dilaksanakan setiap bulan. Tentu, sebagai bukti bahwa peserta yudisium ini adalah sebagai alumni, masing-masing peserta nantinya akan diberikan kartu alumni.

“Sudah saatnya Pascasarjana mulai melakukan pengembangan dalam model pembelajaran, perkuliahan sudah tidak boleh lagi dilaksanakan di ruang-ruang kelas, tetapi dilakukan di perpustakaan”, tuturnya. “Saat ini, IAIN Tulungagung akan segera memiliki perpustakaan yang sangat layak untuk digunakan perkuliahan dengan model demikian”, imbuhnya.

Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini IAIN Tulungagung akan segera beralih status menjadi UIN, “insya Allah tahun 2020, maksimal 2021, IAIN Tulungagung akan segera bertransformasi menjadi UIN, minggu lalu kami sudah presentasi di Jakarta terkait dengan alih status ini”, terangnya. Ia memohon kepada para peserta yudisium agar ikut serta mendoakan agar IAIN segera beralih status menjadi UIN. Di akhir sambutannya, Rektor ingin agar para alumni bisa tetap menjadi anggota perpustakaan dan bisa mengunjungi serta membaca referensi di sana. “Silahkan para alumni untuk datang ke perpustakaan, tapi hanya sekedar membaca saja, tidak boleh meminjam”, tutupnya.

Prosesi yudisium dilaksanakan dengan pemberian SK Yudisium oleh Direktur Pascasarjana didampingi oleh Kaprodi dan Sekprodi yang turut serta memberikan ucapan selamat. Disambung dengan rangkaian acara berikutnya yakni pemberian penghargaan kepada peserta yudisium terbaik, mulai dari terbaik tingkat Prodi, hingga terbaik Pascasarjana. Penghargaan juga diberikan kepada penulis Tesis dan Disertasi terbaik di masing-masing Prodi.

Zuraida, sebagai lulusan terbaik Pascasarjana pada Yudisium kali ini mewakili peserta yudisium lainnya memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Zuraida mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada jajaran pimpinan di lingkungan IAIN Tulungagung dan segenap pengelola Pascasarjana atas segala didikan dan pelayanan yang diberikan selama kurang lebih dua sampai tiga tahun ini. “Sebagai alumni, kita harus menjaga nama baik almamater kita, dan kelulusan ini bukan berarti akhir dari segalanya, namun ini menjadi langkah awal bagi kita untuk berkarya di luar sana”, tuturnya. Lebih lanjut ia mengatakan “sebagaimana yang disampaikan oleh Rektor tadi, kami segenap alumni mendukung dan mendoakan agar IAIN Tulungagung segera beralih status menjadi UIN Tulungagung”, tutupnya.

Sebagai puncak dari acara Yudisium yakni orasi ilmiah yang disampaikan oleh Achmad Patoni, bertajuk “Menyiapkan Alumni Menjadi Mutiara Penyejuk Keilmuan dan Pengabdian di Tengah-tengah Masyarakat”. Guru Besar Ilmu Sosial IAIN Tulungagung ini menyampaikan tiga hal penting kepada para peserta yudisium. Pertama, para peserta yudisium harus mengamalkan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan dan harus bisa menjadi mutiara penyenjuk di masyarakat yang saat ini sudah memasuki era revolusi industri 4.0.  Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kelulusan bukan akhir dari pembelajaran, tapi start awal untuk mengembangkan kelimuan di masyarakat. Kedua, para alumni harus mampu membangun networking yang luas, sehingga lulusan bisa saling berbagi infromasi dalam segala hal. Ketiga, para alumni harus selalu menghormati guru di manapun mereka berada, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Acara yudisium kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Ahmad Zainal Abidin, Kaprodi ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah. (Lia/El-Zet)