Pembentukan Asosiasi Program Studi Doktor Ekonomi Syariah memberikan manfaat riil terutama dalam harmonisasi dan standarisasi kurikulum berbasis outcome sehingga setiap program memiliki kedalaman metodologi riset, penguasaan teori ekonomi syariah kontemporer dan mengintegrasikannya dengan maqashid syariah. Dibentuknya asosiasi ini juga relevel dan adaptif terhadap kebutuhan industri sehingga asosiasi menjadi platform konkret untuk kolaborasi riset lintas kampus, joint conference, publikasi bersama pada jurnal bereputasi, pertukaran promotor atau penguji eksternal hingga kemitraan strategis untuk mendukung terwujudnya riset doktoral yang lebih aplikatif dan berdampak. Sementara pada capaian pembelajaran lulusan, asosiasi dapat merumuskan learning outcomes yang terukur dan seragam meliputi kemampuan menghasilkan novelty ilmiah, memecahkan persoalan ekonomi syariah berbasis bukti, memengaruhi kebijakan publik, serta membangun model bisnis dan tata kelola keuangan syariah yang pada akhirnya meningkatkan reputasi, akreditasi, dan daya saing global lulusan doktor ekonomi syariah Indonesia.
Berdasar pemikiran di atas, Program Doktor Ekonomi Syariah (PDES) Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menginisiasi dibentuknya asosiasi sebagai wadah koordinasi dan pengembangan program studi secara kelembagaan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Oktober 2025 bertempat di Gedung Pascasarjana. Hadir dalam kesempatan tersebut sebagai peserta yaitu Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi S3 Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan sebagai tuan rumah sekaligus inisiator UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Acara dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Prof. Dr. H. Abad Badruzzaman, Lc., M.Ag dan dihadiri oleh Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag (Direktur) dan Prof. Dr. H. Ahmad Tanzeh, M.Pd.I (Wakil Direktur).

Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Abad berpesan bahwa FGD ini bukan sekadar forum silaturahmi akademik, tetapi merupakan ruang konsolidasi pemikiran untuk memperkuat mutu tata kelola program studi, menyelaraskan kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan, serta membangun kolaborasi riset dan publikasi yang berdampak. Kemudian aspirasi para peserta FGD bahwa melalui asosiasi program studi, kita dapat membangun standar akademik yang lebih kokoh, memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi, dan menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kebijakan. Sinergi ini penting agar lulusan yang kita hasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Hasil dari FGD ini dalam bentuk tindak lanjut pembentukan asosiasi yang dirancang secara sistematis dalam tiga horizon waktu. Dalam jangka pendek (0–1 tahun), fokus diarahkan pada konsolidasi organisasi dan akademik, seperti penyusunan AD/ART, pembentukan struktur kepengurusan dan kelompok kerja (kurikulum, riset, penjaminan mutu), pemetaan kurikulum dan capaian pembelajaran lulusan di setiap perguruan tinggi anggota, serta penyusunan standar minimal bersama berbasis OBE (Outcome-Based Education). Pada tahap ini juga penting membangun komunikasi resmi dan kemitraan awal dengan pemangku kepentingan seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memastikan relevansi kebijakan dan dukungan regulatif. Dalam jangka menengah (1–3 tahun), asosiasi perlu mengimplementasikan kurikulum rujukan bersama, menyelenggarakan konferensi tahunan dan kolaborasi riset lintas kampus, mendorong publikasi bersama pada jurnal bereputasi, menginisiasi program visiting professor dan external examiner, serta menyusun roadmap riset doktoral yang responsif terhadap isu-isu strategis ekonomi nasional dan global. Adapun dalam jangka panjang (di atas 3 tahun), asosiasi diarahkan menjadi pusat keunggulan (center of excellence) yang berperan dalam standardisasi nasional program doktor ekonomi, advokasi kebijakan publik berbasis riset, penguatan akreditasi internasional, serta pengembangan jejaring global sehingga lulusan doktor ekonomi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam perumusan kebijakan dan transformasi ekonomi berkelanjutan.#
