Yogyakarta, 21 November 2025 — Mahasiswa Program Magister Aqidah dan Filsafat Islam (S2 AFI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung turut memeriahkan rangkaian kegiatan Welcoming Session Silaturahmi Kerja Nasional FORDIPAS ke-13 dan Opening Ceremony The 5th International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS V) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 21–22 November 2025.
Acara dimulai dengan Welcoming Session FORDIPAS pada Jumat, 21 November 2025 pukul 15.30–16.30 WIB yang dihadiri para direktur pascasarjana dari seluruh PTKIN di Indonesia. Susunan acara berjalan khidmat mulai dari pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta rangkaian sambutan dari tokoh nasional, di antaranya:
- Prof. Dr. Akhyak selaku Ketua FORDIPAS
- Prof. Noorhaidi Hasan, MA., M.Phil., Ph.D Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA Direktur DIKTIS
- Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag Sekretaris Dirjen Pendis
- Doa dipimpin oleh Prof. Dr. H. Atiqullah dari UIN Madura.
Mahasiswa S2 AFI Tampil dalam Seminar Panel INCOILS V. Pada Sabtu, 22 November 2025, INCOILS V resmi dibuka pukul 08.00–08.30 WIB. Dalam momentum akademik internasional ini, tiga mahasiswa S2 AFI UIN SATU Tulungagung berkesempatan memresentasikan artikel ilmiah dalam sesi Panel Seminar. Kehadiran mereka menjadi wujud semangat akademik dan kontribusi intelektual mahasiswa AFI di kancah internasional.

Turut hadir memberikan dukungan penuh, Kaprodi S2 AFI Dr. H. Ahmad Nurcholis, SS., M.Pd bersama Sekprodi Dr. Abduloh Safik, M.Fil.I. Sementara itu, Kaprodi S2 AFI Dr. H. Ahmad Nurcholis, SS., M.Pd menjelaskan bahwa karya ilmiah yang dipresentasikan pada INCOILS tidak hanya berhenti pada forum seminar, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang.
Direktur Pascasarjana UIN SATU Tulungagung, Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag, menegaskan bahwa INCOILS merupakan ajang penting untuk memperkuat jejaring akademik internasional dan memperluas pemikiran kritis tentang Islam, hukum, dan masyarakat. “Tujuan utama INCOILS adalah membangun kolaborasi ilmiah lintas negara serta memperkuat posisi PTKIN Indonesia dalam percaturan akademik global,” ungkap Prof. Akhyak. Ia menambahkan bahwa forum internasional seperti INCOILS tidak hanya menjadi ruang temu para akademisi, tetapi juga menjadi medium strategis untuk menunjukkan kapasitas keilmuan yang dimiliki dosen dan mahasiswa pascasarjana Indonesia.
Prof. Akhyak juga menegaskan bahwa partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ini merupakan bentuk nyata dari visi pascasarjana UIN SATU Tulungagung dalam mendorong ekosistem riset yang unggul dan berdaya saing internasional. “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa pascasarjana tidak hanya menjadi pembaca ilmu, tetapi juga produsen ilmu. Dengan tampil dalam forum internasional, mereka belajar bagaimana gagasan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan komunitas akademik global,” tambahnya.

Kontribusi Nyata S2 AFI dalam Agenda Keilmuan Internasional. Keterlibatan aktif mahasiswa S2 AFI dalam INCOILS V menunjukkan komitmen UIN SATU Tulungagung dalam mendorong budaya akademik berbasis riset dan publikasi ilmiah. Melalui forum internasional seperti ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga memperluas jaringan ilmiah global. Dengan dukungan penuh dari pimpinan dan seluruh sivitas akademika, Program Studi S2 AFI terus berupaya menyiapkan generasi intelektual Muslim yang adaptif, kritis, dan berwawasan global. (fiq&bib)
