Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, sebuah capaian membanggakan kembali diraih oleh Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung. Ketua Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam (S2 AFI), Dr. H. Ahmad Nurcholis, S.S., M.Pd., resmi dikukuhkan sebagai Maheswara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Tahun 2025.
Pengukuhan ini berlangsung pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025, pukul 16.30-17.00 WIB dalam acara Penutupan Pelatihan Training of Trainers (ToT) Calon Pengajar Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Kualifikasi Madya Angkatan 2024, yang diselenggarakan oleh BPIP pada 19–23 Agustus 2025. Kegiatan dilaksanakan dengan metode hybrid, menggabungkan kelas daring melalui Learning Management System (LMS) dan aplikasi Zoom Meeting, serta sesi luring di lokasi yang ditentukan panitia.
Kaprodi S2 AFI diberi mandat oleh Rektor UIN SATU dengan Surat Tugas Resmi dengan Nomor : 3982/Un.18/08/2025
untuk mengikuti acara ToT BPIP. Pembukaan digelar pada Selasa, 19 Agustus 2025, pukul 08.00 WIB secara daring, Dr. Ois, panggilan akrab dari Dr. H. Ahmad Nurcholis, S.S., M.Pd., bersama para peserta lainnya mengikuti prosesi pengukuhan Maheswara. Gelar Maheswara sendiri merupakan penghargaan sekaligus amanah yang diberikan BPIP kepada para tokoh, akademisi, dan praktisi yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
“Pengukuhan sebagai Maheswara BPIP bukan sekadar simbol, tetapi tanggung jawab besar untuk terus menghadirkan Pancasila dalam praksis kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di bidang pendidikan dan dakwah akademis. Sedangkan Maheswara adalah ujung tombak BPIP dalam memastikan Pancasila tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati dan diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.” ujar Dr. Ois setelah prosesi pengukuhan.
Sebagai Kaprodi S2 AFI, beliau dikenal aktif dalam mengembangkan kajian-kajian filsafat Islam, aqidah, dan relevansinya dengan nilai-nilai Pancasila. Ke depan, peran Maheswara akan memperkuat kontribusi beliau dalam mengintegrasikan moderasi beragama, etika kebangsaan, dan penguatan ideologi Pancasila di kalangan mahasiswa, dosen, serta masyarakat luas.
Acara ToT ini juga diikuti oleh 148 peserta dari kualifikasi Maheswara Madya dan 49 peserta dari kualifikasi Penceramah Madya. Para peserta hadir dari berbagai lembaga, dengan agenda utama pembekalan materi ideologi Pancasila, strategi pembelajaran, serta penguatan kompetensi calon pengajar Diklat PIP Kualifikasi Madya. Para peserta diwajibkan menggunakan Pakaian Dinas Harian (PDH) pada saat pembukaan, dan kemeja/batik pada hari berikutnya sebagai bentuk kedisiplinan dan profesionalisme.
Tugas dan Peran Maheswara BPIP
Maheswara adalah pengajar sekaligus agen internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PIP. Setelah lulus diklat, mereka ditetapkan sebagai Maheswara Utama, Madya, atau Pratama, lalu diberi mandat untuk memperkuat pembinaan ideologi Pancasila bagi aparatur negara, organisasi masyarakat, hingga seluruh komponen bangsa.
Tugas dan Peran Maheswara:
Mengajar & Melatih → Menjadi pengajar dalam Diklat PIP untuk menanamkan nilai, pengetahuan, dan tindakan berlandaskan Pancasila.
Membangun Sistem Nasional Diklat PIP Menyusun sistem pendidikan ideologi Pancasila yang terencana, terpadu, terstandar, dan berkelanjutan.
Agen Penyebarluasan Nilai Pancasila Menjadi garda depan dalam menyebarkan serta menginternalisasikan Pancasila di berbagai lapisan masyarakat.
Pembina Ideologi Bangsa Mengimplementasikan pembinaan ideologi Pancasila sesuai kompetensi, demi memperkokoh persatuan dan karakter kebangsaan.
Dengan pengukuhan ini, UIN SATU Tulungagung kembali meneguhkan kiprahnya sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam penguatan ideologi kebangsaan. fiq
